

Pontianak,Polda Kalbar – Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto ,S.I.K.,M.Si. menjadi narasumber utama dalam kegiatan dialog interaktif yang dikemas dalam bentuk podcast bertema “Polisi Bersama Ulama dan Pemerintah Menjaga Moralitas Generasi”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 30 Februari 2026 pukul 13.30 WIB, bertempat di Everyone Fruit Bar, Jl. Karna Sosial No. 11, Kecamatan Pontianak Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting lintas sektor, di antaranya Kadis P2KBP3A Kota Pontianak Rifka, Kadis KPAD Kota Pontianak Niyah Nurniyati, Wakil Ketua Bidang SDM PHRI Kota Pontianak Endang, perwakilan Diaspora Kota Pontianak Dewi Selvia, serta tokoh agama Abi Een.
Dalam paparannya, Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyoroti dinamika perkembangan zaman yang semakin pesat, khususnya pengaruh digitalisasi dan media sosial terhadap perilaku generasi muda. Ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi membawa dampak ganda, yakni peluang sekaligus tantangan yang harus disikapi secara bijak.
“Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Jika tidak dibarengi dengan pengawasan dan edukasi yang tepat, maka berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti sejumlah ancaman yang saat ini dihadapi generasi muda, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga degradasi nilai moral. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.
Kapolresta juga menekankan bahwa peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pembina masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pembinaan masyarakat (binmas) seperti penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
“Pendekatan preventif dan preemtif harus lebih dikedepankan dibandingkan tindakan represif. Ini penting agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif,” tegasnya.
Melalui kegiatan podcast interaktif ini, diharapkan terbangun sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dalam menjaga dan membina moralitas generasi muda di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.(wg)