

Pontianak, Polda Kalbar Tim Puslitbang Polri dalam rangka penelitian tentang “Strategi Pengembangan SDM Polri Siber (Cyber Police)”yang dilaksanakan di ruang Aula Polresta Pontianak (29/02/2024)
Tim Puslitbang Polri dipimpin oleh Ketua Tim Kombes Pol.Frans Tjahyono.S.I.K.,M.H., Dirpolhukam BRIN Sdr.M.Nuhasim ( Konsultan ), Kompol Asep Darajat S.H., Penata Tk1 Fajar Istiono.S.T. dan Ipda Kamarudin,
Kegiatan Puslitbang Polri di Polresta Pontianak dihadiri oleh Kabagops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, S.H, Kabag SDM, Kasat Reskrim , Pa Polresta dan Personil Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polresta Pontianak.
Dalam Sambutannya Kabagops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, S.H menuturkan, “Memanjatkan puji sukur kehadirat Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa karena atas rahmat dan karunianya kita dapat diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat bersama sama berkumpul ditempat ini, Kami ucapkan selamat datang kepada Kombes Pol.Frans Tjahyono.S.I.K.,M.H. selaku ketua Tim beserta rombongan,
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kerjasama yang baik antar satuan wilayah mengenai Polisi Siber, dan Berharap hasil dari penelitian ini dapat menjadi landasan bagi penguatan kinerja Polisi Siber di kewilayahan serta meningkatkan kemampuan penyidik Siber untuk menangani kasus kasus yang lebih efesien, Tuturnya
Sementara itu Ketua Tim Puslitbang Kombes Pol.Frans Tjahyono.S.I.K., M.H. menuturkan, Terimakasih kepada Polres Singkawang yang telah menyambut kedatangan tim kami di Kota Pontianak, “Kegiatan puslitbang berkaitan dengan akan dibentuknya direktorat Cyber di delapan Polda namun Polda Kalimantan Barat belum menjadi salah satu Polda yang dibentuk, namun kami tetap turun ke Polda Kalbar untuk melihat situasi dan kondisi khususnya dari kemampuan, kemudian pengorganisasian dan bagaimana hal hal yang mungkin bisa kita datakan dalam bentuk suatu kajian ilmiah yang kita harapkan tentunya.
“Pembentukan direktorat Cyber sudah mulai tahap harmonisasi,dari 10 Polda yang diusulkan awal kemenpan RB hanya baru Acc 8 Polda, 2 polda yang tidak disetujui yaitu Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan sehingga zona Kalimantan belum ada.
Ini adalah suatu proses perubahan teknologi yang tidak bisa kita hindari, perkembangan zaman jangan sebatas kita nikmati dengan apa yang mungkin menjadi kesenangan kita tetapi jauh dari kewaspadaan kita, Apabila kita melihat era transisi ini adalah perjalanan dimana kita diharapkan untuk lebih waspada karena dengan sendirinya data pribadi kita akan terdeteksi, Pungkasnya.
Tim Puslitbang Polri akan melakukan serangkaian wawancara, observasi, dan diskusi dengan personel Polresta Pontianak yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penegakan hukum di ranah digital. Data dan masukan yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi dasar bagi pengembangan program pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi polisi siber di seluruh Indonesia.
Kunjungan Tim Puslitbang Polri ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat kemampuan aparat kepolisian Indonesia dalam menghadapi tantangan kejahatan di dunia maya.
#humaspolrestapontianak