

Pontianak Selatan, Polda Kalbar – 28 Februari 2025
Menjelang bulan suci Ramadhan, Polsek Pontianak Selatan kembali menggelar program “Jum’at Curhat” sebagai wadah komunikasi langsung dengan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Cafe GM Kopitiam, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Benua Melayu Darat, ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan unsur pemerintahan untuk membahas isu-isu keamanan dan ketertiban yang menjadi perhatian bersama.
Dalam kesempatan ini, Wakapolsek Pontianak Selatan AKP Sutardi, S.Sos., mewakili Kapolsek AKP Jatmiko, S.H., M.H., yang berhalangan hadir. Turut hadir Camat Pontianak Selatan Martagus, S.E., Lurah Benua Melayu Darat Liza Aryani, S.Stp., Kasi Trantib, para Kanit dan Panit Polsek, Ketua Forum Pembaruan Kecamatan Tomas Alexander, perwakilan LPM, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.
“Bahas Isu Krusial Kamtibmas”
Dalam sesi diskusi, berbagai permasalahan kamtibmas mengemuka, di antaranya:
✅ Kenakalan Remaja & Tawuran – Menjelang Ramadhan, aksi tawuran dan perang sarung kerap terjadi. Polsek mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
✅ Rumah Kos & PKL Tanpa Izin – Lurah Benua Melayu Darat menyampaikan keresahan terkait maraknya rumah kos dan pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi tanpa izin. RT diminta lebih proaktif dalam mendata penghuni rumah kos guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
✅ Jam Operasional Kafe & Tempat Hiburan Malam (THM) Saat Ramadhan – Ketua RT 31 mengusulkan pengaturan jam operasional kafe dan THM agar tidak mengganggu ibadah masyarakat selama bulan puasa.
✅ Keberadaan ODGJ dengan Sajam – Warga mengeluhkan keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membawa senjata tajam, yang dinilai membahayakan masyarakat.
✅ Curanmor & Keamanan Lingkungan – Kanit Intelkam Polsek Pontianak Selatan mengingatkan bahwa kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih kerap terjadi, sering kali akibat kelalaian pemilik kendaraan seperti lupa mencabut kunci motor atau parkir sembarangan.
“Langkah Konkret Polsek Pontianak Selatan
Menanggapi berbagai masukan, Wakapolsek AKP Sutardi, S.Sos., menegaskan bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan patroli serta operasi penyakit masyarakat (pekat) menjelang Idul Fitri guna mencegah aksi kriminalitas, termasuk balap liar dan tawuran remaja.
Camat Pontianak Selatan Martagus, S.E., juga menambahkan bahwa penanganan ODGJ merupakan tanggung jawab Dinas Sosial, namun kepolisian siap membantu pengamanan bila diperlukan. Sementara itu, terkait jam operasional usaha selama Ramadhan, Pemerintah Kota Pontianak akan segera mengeluarkan surat edaran resmi.
Kegiatan Jum’at Curhat ini ditutup pada pukul 10.45 WIB, dengan harapan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian semakin erat dalam menjaga keamanan bersama.
“Kami berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, terutama menjelang bulan Ramadhan,” ujar Wakapolsek AKP Sutardi, S.Sos.
Program Jum’at Curhat menjadi wujud transparansi dan kedekatan Polri dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian.
(Humas Polsek Pontianak Selatan)